Komitmen Sejahterakan Petani: Kementan Beri Benih, Pupuk, hingga Insentif Penanaman kelapa di Pandeglang

REDAKSI MEDAN

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:59

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANDEGLANG,

Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan benih kelapa dalam berkualitas unggul kepada para petani di Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Jumat (22/5/2026) sebagai wujud nyata pelaksanaan program hilirisasi pertanian yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Langkah ini sekaligus menegaskan rencana strategis pemerintah pusat yang menetapkan Kabupaten Pandeglang sebagai salah satu pengembangan komoditas kelapa dalam di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh perwakilan Kementerian Pertanian, Evi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengembangan komoditas kelapa menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi nasional untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian serta kesejahteraan para petani. Program ini juga sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri berbasis hasil pertanian.

“Kabupaten Pandeglang memiliki potensi lahan dan posisi geografis yang sangat strategis, sehingga rantai pasok dan pengolahan hasil bisa berjalan lebih efisien, cepat, dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Evi di lokasi penyerahan bantuan.

Benih kelapa dalam yang disalurkan tersebut diklaim memiliki keunggulan berproduksi tinggi serta mampu beradaptasi dengan karakteristik dan kondisi lahan di wilayah Banten. Pengembangan komoditas ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya industri pengolahan produk turunan kelapa. Ke depannya, industri ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Pemerintah menegaskan bahwa dukungan yang diberikan tidak terbatas pada penyediaan benih saja. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani juga mendapatkan paket bantuan lengkap berupa pupuk serta uang insentif untuk pembuatan lubang tanam dan biaya penanaman, guna memastikan proses budidaya berjalan optimal hingga panen.

“Dalam program ini petani tidak hanya mendapatkan benih, tapi juga pupuk dan uang HOK untuk pembuatan lubang tanam serta biaya penanaman,” tambah Evi.

Pelaksanaan program strategis ini turut didukung aktif oleh unsur TNI melalui Babinsa Kodim 0601/Pandeglang. Personel Babinsa bertugas mengawal, memantau, dan mendampingi pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan bebas dari penyimpangan.

Sinergi lintas instansi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang maupun masyarakat tani. Ketua Kelompok Tani Desa Sukawaris mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian atas perhatian khusus yang diberikan kepada petani di wilayahnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian yang telah membagikan bibit kelapa dalam kepada petani di Kabupaten Pandeglang, khususnya petani Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik,” ungkap perwakilan kelompok tani.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Pandeglang juga memberikan apresiasi mendalam terkait program tersebut. Menurutnya, langkah konkret yang diambil pemerintah merupakan bukti nyata komitmen Presiden Prabowo untuk mensejahterakan para petani dan mengangkat harkat martabat sektor pertanian di Indonesia.(Enggar)

Berita Terkait

Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumut Dukung Penuh Bareskrim : Berantas Tempat Hiburan Nakal & Narkoba di Medan
24 JAM LEBIH LISTRIK SUMBAGUT PADAM TOTAL (BLACKOUT), LBH MEDAN: PLN WAJIB BERI KOMPENSASI RAKYAT (PELANGGAN) & EVALUASI MENTERI ESDM, DIRUT PLN & JAJARANNYA
Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar
Tuntutan dan Dakwaan Dinilai Tak Terbukti, PH Askani dan Rahim Sebut JPU Keliru Terapkan Konstruksi Hukum
Panen Raya Jagung di Kebun SAE, Lapas Kupang Sulap Lahan Batu Karang Jadi Simbol Ketahanan Pangan NTT
Dakwaan JPU Dinilai Prematur, Empat Terdakwa Kasus Alih Fungsi Lahan PTPN II Minta Dibebaskan
Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Rutan Tarutung Khidmat Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026
Tingkatkan Pelayanan dan Deteksi Dini Kesehatan, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis WBP

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:38

Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumut Dukung Penuh Bareskrim : Berantas Tempat Hiburan Nakal & Narkoba di Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:08

24 JAM LEBIH LISTRIK SUMBAGUT PADAM TOTAL (BLACKOUT), LBH MEDAN: PLN WAJIB BERI KOMPENSASI RAKYAT (PELANGGAN) & EVALUASI MENTERI ESDM, DIRUT PLN & JAJARANNYA

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:59

Komitmen Sejahterakan Petani: Kementan Beri Benih, Pupuk, hingga Insentif Penanaman kelapa di Pandeglang

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:05

Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:10

Tuntutan dan Dakwaan Dinilai Tak Terbukti, PH Askani dan Rahim Sebut JPU Keliru Terapkan Konstruksi Hukum

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:18

Dakwaan JPU Dinilai Prematur, Empat Terdakwa Kasus Alih Fungsi Lahan PTPN II Minta Dibebaskan

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:02

Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Rutan Tarutung Khidmat Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:56

Tingkatkan Pelayanan dan Deteksi Dini Kesehatan, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis WBP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!