JAKARTA— Sesosok jasad pria ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah gubuk di bantaran Kali Pesanggrahan, kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pria tersebut diketahui berinisial ET (50) dan selama bertahun-tahun menjalani hidup seorang diri setelah berpisah dengan keluarganya.
Penemuan jenazah ET bermula dari laporan warga sekitar yang mencium bau menyengat di sekitar bantaran kali. Setelah dilakukan pengecekan oleh aparat, ditemukan tubuh pria tersebut dalam keadaan tak bernyawa di dalam sebuah gubuk yang berdiri di lahan kosong dekat aliran sungai. Kondisinya membusuk namun masih dalam keadaan utuh.
Kapolsek Kebon Jeruk Komisaris Polisi Nur Aqsha Ferdianto mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang dikumpulkan, korban telah lama tidak berhubungan dengan keluarganya. “Korban dengan keluarganya memang sudah memutuskan pisah sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu,” ujar Ferdianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (20/7).
Ferdianto menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, pria malang tersebut meninggal dunia akibat sakit yang telah dideritanya. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.
Ia juga membantah kabar yang beredar di masyarakat yang menyebut jasad korban ditemukan tinggal tulang belulang. “Usianya sekitar 50 tahunan. Tidak benar ditemukan tinggal tulang, ditemukan masih lengkap,” tegasnya.
Selama ini, ET diketahui hidup dalam kondisi serba kekurangan dan tinggal di sebuah gubuk sederhana yang dibangunnya sendiri di tepian kali. Ia jarang berinteraksi dengan warga sekitar dan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Beberapa warga sempat mengetahui bahwa ET memiliki keluhan kesehatan, namun tidak pernah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Jenazah korban telah dievakuasi oleh tim Inafis dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, kepolisian masih menghubungi pihak keluarga korban untuk keperluan administrasi dan proses pemakaman.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan kondisi serupa atau jika ada warga sekitar yang mengalami kesulitan dan membutuhkan perhatian medis atau sosial. “Kami akan terus menyelidiki dan juga mengupayakan agar keluarga korban bisa dihubungi,” pungkas Ferdianto. (*)
























