Polres Metro Jakarta Selatan Terbitkan DPO Regina Lilibeth Nainggolan Terkait Kasus Penggelapan dan Penipuan

MEGAPOLITAN UPDATE

Senin, 21 Juli 2025 - 02:51

50326 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan seorang perempuan bernama Regina Lilibeth Nainggolan dalam daftar pencarian orang (DPO). Regina diduga terlibat dalam tindak pidana penggelapan dalam jabatan, penggelapan biasa, serta penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374, 372, dan 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penetapan status DPO itu didasarkan pada laporan polisi bernomor LP/B/1237/IV/2024/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 29 April 2024, dan surat DPO nomor DPO/31/VII/RES.1.11/2025/Reskrim Jaksel yang diterbitkan pada Juli 2025.

Berdasarkan informasi resmi yang diterima, Regina Lilibeth Nainggolan diketahui lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 24 Juli 1994 dan saat ini berusia 31 tahun. Ia berjenis kelamin perempuan dan memiliki alamat terakhir di kawasan Bukit Indah, Jakarta Barat. Lokasi tempat tinggal yang tercatat lebih detail adalah di Jalan Bunga Asoka, Jalan Kemangsiang Pulo 2 Nomor 19, Palmerah, Jakarta Barat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan melalui keterangan tertulis mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan agar tidak melakukan tindakan di luar prosedur hukum dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

“Apabila masyarakat melihat, mengetahui, atau memiliki informasi terkait keberadaan yang bersangkutan, dimohon segera menghubungi kantor polisi terdekat atau melalui saluran resmi yang tersedia,” demikian tertulis dalam imbauan yang disampaikan kepolisian.

Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan informasi melalui Call Center Kepolisian di nomor 110 atau menghubungi langsung penyidik yang menangani kasus ini melalui WhatsApp Polres Metro Jakarta Selatan di 0812-1616-1616. Untuk informasi lebih lanjut, dapat pula menghubungi penyidik yang bersangkutan, yaitu IPDA Dwi Alfi, S.H. di nomor 0813-1872-5597 dan BRIPKA Dony Rudianysyah di nomor 0812-9052-8372.

Kepolisian menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penelusuran terhadap keberadaan Regina demi menegakkan hukum dan memberikan keadilan kepada para pihak yang dirugikan. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai besaran kerugian ataupun jumlah korban dalam kasus yang menyeret nama Regina.

Sesuai ketentuan dalam KUHP, Pasal 374 mengatur mengenai penggelapan yang dilakukan oleh seseorang yang karena jabatan atau pekerjaannya diberi tanggung jawab atas barang tertentu. Sementara Pasal 372 dan 378 KUHP masing-masing mengatur tentang penggelapan biasa dan tindak pidana penipuan. Jika terbukti bersalah, tersangka dapat dijatuhi pidana penjara yang bervariasi antara empat hingga lima tahun, tergantung pada pasal yang diterapkan.

Langkah menerbitkan DPO merupakan salah satu prosedur yang diambil aparat penegak hukum apabila seseorang diduga melakukan tindak pidana dan keberadaannya tidak diketahui, serta tidak memenuhi panggilan penyidikan tanpa alasan yang sah. Status ini juga menandakan bahwa aparat dapat melakukan upaya paksa untuk membawa yang bersangkutan ke hadapan penyidik guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepolisian mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban untuk tunduk pada proses hukum. “Kami mengimbau saudari Regina Lilibeth Nainggolan untuk secara sukarela menyerahkan diri agar dapat menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mengembangkan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari berbagai pihak guna mempercepat proses penangkapan DPO. (*)

Berita Terkait

Samsuri, S.Pd.I, M.A Dorong Persatuan Nasional dalam Visi sebagai Calon Presiden RI 2029
DPP LIPPI Bongkar Framing Medsos Yang Di Arahkan Kepada Zulkifli Hasan, Rakyat Sudah Pintar Itu Adalah Hoaks dan Tidak Kredibel
Keras! DPP LIPPI Sebut Pernyataan Saiful Mujani Berpotensi Makar, Dorong Aparat Tangkap
Kiamat Bagi Faisal Amsir, Buru Sang Predator Seksual yang Licin bagai Belut
Dugaan Penganiayaan di Polda Metro Jaya: Korban Dipukul Saat Proses Konfrontasi, Publik Sorot Keamanan Internal
Kanwil Ditjenpas Sumut Perkuat Pengawasan dan Lakukan Sidak di Lapas Binjai, Pastikan Layanan Tetap Optimal
Benturan Nalar dan Takdir, Ranny Fahd A Rafiq Menyingkap Tabir Krisis Eksistensial di Balik Hiruk Pikuk Dunia Modern”
Forum “Perkara Bangsa” Bahas Posisi Indonesia di Tengah Konflik Global, H.A.B Law Firm Resmi Diluncurkan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 17:48

Momentum Idul Fitri, PDBN, PGSI dan RSINU Gandeng Bank BTN, Gelar Khitan Massal Gratis Tahap Kedua

Jumat, 3 April 2026 - 16:29

Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:01

Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:20

Ketum AKPERSI Apresiasi Langkah Tegas Meutya Hafid Lindungi Anak di Ruang Digital

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:17

PW GP Al Washliyah DKI: Pernyataan Kepala BNN RI soal Vape dan NPS Harus Jadi Alarm Nasional

Senin, 22 Desember 2025 - 13:54

Keberhasilan BNN RI Bongkar Kasus Narkoba Tuai Apresiasi Publik dan PW GPA DKI

Sabtu, 20 Desember 2025 - 00:45

Perkuat Sinergi Kajati Kalteng dan Pemerintah Daerah, Kabapas Hadiri Langsung Perjanjian Kerja Sama Implementasi KUHP Nasional.

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:27

Persatuan Pemuda Pengawal Demokrasi Minta Klarifikasi Kejaksaan Agung atas Surat JAM Pidsus soal Pengembalian dan Pembukaan Blokir Aset Jiwasraya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!