Kapolda Riau Tegaskan Polisi Harus Hadir Sebagai Pelindung Alam dan Rakyat

MEGAPOLITAN UPDATE

Kamis, 24 Juli 2025 - 14:37

5096 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Kamis (24/7/2025), saat ratusan mahasiswa dari berbagai program studi dikukuhkan dalam Wisuda Periode IV Tahun 2025. Di tengah momen sakral itu, sebuah pesan moral menggema dari podium utama. Bukan hanya pesan akademik atau wejangan karier biasa, melainkan sebuah seruan perubahan dari pucuk pimpinan kepolisian daerah: ajakan untuk tidak semata menjadi manusia cerdas, tapi juga pemimpin berintegritas dan pelindung alam.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus orator ilmiah, menyampaikan pidato yang menembus batas retorika formal. Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Etika Lingkungan dan Masa Depan: Ekosipasi, Eko Polisi, dan Ekonomi Hijau,” Irjen Herry memaparkan wajah baru peran pemimpin masa depan—mereka yang tidak hanya mengerti hukum, teknologi, dan ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang dalam dan keberpihakan terhadap suara-suara yang kerap dilupakan: sungai yang tercemar, hutan yang dirambah, dan satwa yang kehilangan habitatnya.

Di hadapan 600 wisudawan dan para undangan, Irjen Herry membuka ruang refleksi tentang makna pembangunan. Ia menyebut bahwa manusia tidak boleh lagi menempatkan diri sebagai pusat semesta yang sewenang-wenang terhadap lingkungan atas nama kemajuan. Ia berbicara bukan sebagai polisi, tetapi sebagai warga bumi yang menyadari bahwa peradaban yang tidak berpihak pada alam adalah peradaban yang sedang menggali kuburnya sendiri.

“Kita harus mengubah paradigma. Bukan lagi manusia sebagai penguasa, melainkan bagian dari semesta yang saling terkait. Kita bukan hakim atas gajah Domang, bukan pemilik atas harimau Sumatra, bukan pemegang hak mutlak atas sialang dan tanah. Mereka tak bersuara, tak menulis petisi, tak menangis. Tapi tugas kita, tugas Anda yang akan memimpin masa depan, adalah menyuarakan mereka,” tegasnya dengan nada menggugah.

Lebih dari sekadar retorika, komitmen Kapolda Riau tidak berhenti pada tataran wacana. Ia membeberkan sejumlah program konkret yang telah dijalankan jajarannya, mulai dari pembentukan Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (PPH) yang menindak tegas para perusak lingkungan, hingga inisiatif Green Policing yang berfokus pada penyuluhan, restorasi, dan perlindungan ekosistem. Salah satu program yang mendapat sorotan adalah JALUR atau Jelajah Riau untuk Rakyat—sebuah gerakan humanis dari aparat kepolisian yang masuk ke desa-desa terpencil, menyusuri sungai, memberikan pendidikan, layanan kesehatan, dan menjadi jembatan antara negara dan rakyat di pinggiran.

Ajakan Irjen Herry mendapatkan sambutan hangat dari civitas akademika. Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, dalam sambutannya menyatakan kebanggaan atas capaian para lulusan, namun menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak akan berarti tanpa fondasi akhlak dan integritas moral yang kokoh. Ia menyebut bahwa kampus terus mengupayakan integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman untuk membentuk lulusan yang tak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.

“Ilmu saja tidak cukup. Kami ingin anak-anak kami mampu menjawab tantangan zaman, tapi tetap teguh memegang nilai dan etika. Karena keberhasilan sejati di dunia kerja—dan dalam kehidupan—ditentukan oleh karakter,” ujar Prof. Leny dalam pidatonya yang bernas namun penuh kehangatan.

Dalam konteks bangsa yang tengah menghadapi krisis multidimensi—mulai dari degradasi lingkungan, krisis kepemimpinan, hingga apatisme generasi muda terhadap isu-isu strategis—momen wisuda di UIN Suska Riau ini menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Ia menjadi ruang kontemplasi bersama bahwa masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada seberapa banyak ijazah dibagikan, tetapi seberapa besar kepekaan dan kepedulian ditanamkan sejak dini.

Pesan Kapolda Riau adalah penegasan bahwa aparat negara tidak cukup hanya menegakkan hukum dalam ruang peradilan, tapi juga harus tampil sebagai penjaga nilai, pelindung masa depan, dan penggerak perubahan. Dan dalam konteks itu, para wisudawan—anak-anak muda yang akan mengambil alih estafet kepemimpinan—ditantang untuk tidak sekadar mengejar gelar dan pekerjaan, tetapi menjadi pemimpin yang berpihak: pada rakyat, pada kebenaran, dan pada bumi yang semakin rapuh.

Di penghujung acara, tepuk tangan menggema bukan karena kehadiran pejabat tinggi atau karena prosesi kelulusan semata. Ia menggema sebagai tanda bahwa sebuah narasi baru telah ditanamkan: bahwa kampus bukan hanya tempat mencetak sarjana, tapi tempat menanamkan panggilan sejarah. Bahwa dari Gedung PKM UIN Suska Riau, mungkin saja lahir pemimpin yang tidak hanya cakap memimpin manusia, tapi juga mampu menyelamatkan semesta. (ROS H)

Berita Terkait

AKBP Dermawan: Polisi Harus Hadir Sebagai Pelindung dan Penolong Nyata
Kapolda Riau: Pemenuhan Gizi Harus Dimulai dari Tata Kelola Produksi yang Baik
Ketua Umum AMI Lantik Formatur DPW Sumbar, Prioritaskan Profesionalisme Pers
Kepala Dinas Pendidikan Riau: Berikan yang Terbaik untuk Pendidikan Provinsi Riau Saat Kunjungan SMAN 9 Pekanbaru
Panglima Besar Pagar Negeri Bumi Riau Dukung Tindakan Tegas Polda Riau Tangkap Oknum LSM Pemeras
SWI Guncang Suara: Negara Tak Boleh Kalah oleh Premanisme di Kuansing
DPRD Riau Kritik Fasilitas Darurat, Minta Pemerintah Tambah Dukungan untuk SMA 1 Tebing Tinggi
Truk Tangki Seruduk Mobil Sampai Bayi Terlempar, Polisi Diduga Fasilitasi Surat Damai dari Orang Tak Berkepentingan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:21

Ponpes Tajul Alawiyyin bersama Polri, Menjaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:47

Jauhi Pelajar Dari Perilaku Negatif, BERSATU Gelar Even Olah Raga

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:41

Aktivis Mahasiswa Pakuan Bogor Mengutuk Keras Tindakan Provokasi dan Anarkis Kelompok Penyusup Ditengah Aksi Massa

Kamis, 20 November 2025 - 15:36

Serikat Mahasiswa Tangsel, Soroti Kemunduran Reformasi dalam Diskusi Supremasi Sipil

Selasa, 7 Oktober 2025 - 22:15

Aktivis Nasional Apresiasi atas Prestasi Gemilang Pemkot Tangsel: 4 Penghargaan Sekaligus

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:05

Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:04

Guru Besar FHUI Serukan Reformasi Menyeluruh Demi Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:04

Dugaan Malapraktik RSUD Cabangbungin Jadi Alarm Buramnya Mutu Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!