Menggugat HAM Sektoral di Bandung Raya: Ikatan Mahasiswa Angkatan Muda Siliwangi (IMA AMS) Desak Pemerintah Selesaikan Krisis Pendidikan, Lingkungan, dan Kesehatan

MEGAPOLITAN UPDATE

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:17

50120 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, 10 Desember 2025 – Ikatan Mahasiswa Angkatan Muda Siliwangi (IMA AMS) sukses menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Konferensi Evaluasi HAM Sektoral: Implementasi Hak Dasar Pendidikan, Lingkungan Sehat, dan Kesehatan di Wilayah Bandung Raya.” Acara yang digelar tepat pada Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, 10 Desember 2025, di Sekretariat Braga, Bandung, ini menyoroti akar masalah ketidakpuasan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Kota Bandung.

Diskusi Gorowong Gagasan ini dihadiri oleh mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi di Kota Bandung, serta menghadirkan tiga pembicara kunci: Putra Jalu (Dosen STIKOM), Ilyas Ali Husni, S.Pd. (Aktivis Kota Bandung), dan Dr. Rafih Sri Wulandari, S.IP., M.S. (Aktivis Jawa Barat/Dosen Unla).

Kritik Moral di Tengah Kesenjangan Hak

Para pembicara memaparkan bahwa pemenuhan hak dasar di Bandung Raya masih menghadapi tantangan serius. Putra Jalu menyoroti kesenjangan dalam Hak Dasar Pendidikan, terutama terkait kualitas dan infrastruktur di pinggiran kota. Sementara Dr. Rafih Sri Wulandari menggarisbawahi perlunya pemerataan layanan dan tenaga medis untuk memastikan Hak Dasar Kesehatan dapat diakses oleh kelompok rentan.

Sorotan paling tajam datang dari Ilyas Ali Husni, S.Pd., yang membawa diskusi ke tingkat filosofis. Ia mengkritik keras kondisi moral bangsa yang mengalami dekadensi, di mana gelar dan ijazah tidak lagi berbanding lurus dengan etika publik.

“Hulu dari persoalan HAM adalah cara kita menilai manusia. HAM bukan slogan atau pasal undang-undang; ia kompas moral yang menentukan kualitas peradaban,” ujar Ilyas. Ia menegaskan bahwa pelanggaran HAM, termasuk perusakan Hak atas Lingkungan Sehat, adalah produk dari ekosistem moral yang retak, diperparah oleh apatisme publik dan mekanisme kekuasaan yang represif maupun ideologis.

Ilyas mendesak Generasi Z agar menjadikan HAM sebagai fondasi keberadaban dan memutus rantai ketakutan. “Obatnya bukan politik elektoral, melainkan determinasi moral: keberanian sipil, empati, integritas, dan solidaritas,” tegasnya.

IMA AMS: KKN Biang Keladi, Siap Mengawal

Ananda Putra, Ketua Pelaksana diskusi, menyatakan bahwa hasil kajian yang terkumpul akan segera dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan dan disampaikan kepada pemerintah daerah terkait.

Menutup acara tersebut, Sanjaya Martadipraja, Ketua Ikatan Mahasiswa Angkatan Muda Siliwangi (IMA AMS), menyampaikan pernyataan sikap yang sangat tegas. Sanjaya menyatakan bahwa hasil temuan diskusi akan menjadi dasar desakan IMA AMS kepada pemerintah.

“Hasil kajian ini akan kita lanjutkan dan serahkan ke pemerintah untuk mendesak segera menyelesaikan permasalahan terkait hak-hak dasar masyarakat Kota Bandung yang belum terpenuhi,” kata Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya secara eksplisit menunjuk praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) sebagai akar masalah utama yang menghambat pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

“Karena kami menganggap KKN-lah yang membuat semua ini terjadi. IMA AMS berkomitmen akan mengawal dan memantau proses ini hingga semua hak masyarakat di Kota Bandung terpenuhi tanpa terkecuali,” pungkas Sanjaya, menggarisbawahi komitmen jangka panjang organisasi mahasiswa tersebut. (Red)

Berita Terkait

Sambut Harkitnas: Rumah Saraswati bersama DPRD, Kesbangpol dan DP3AKB Jabar Gelar Seminar
Rumah Rakyat Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andri Yunus, Serukan Aksi “Indonesia Mencekam” di Depan Gedung Merdeka Kota Bandung
Serangan Air Keras ke Aktivis HAM, PMII Jabar Tegaskan Indonesia Darurat Demokrasi
Aliansi Mahasiswa SUCI Bergerak Gelar Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
BEM REMA UPI Refleksi Peringatan Hari HAM Sedunia
Kritis Hari HAM Sedunia, Soroti Pelanggaran Hak Warga di Jabar
From Tribune for Indonesia
Menjaga Hal Ekologis Masyarakat Jawa Barat Di Tengah Alih Fungsi Lahan Dan Krisis Iklim

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:38

Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sumut Dukung Penuh Bareskrim : Berantas Tempat Hiburan Nakal & Narkoba di Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:08

24 JAM LEBIH LISTRIK SUMBAGUT PADAM TOTAL (BLACKOUT), LBH MEDAN: PLN WAJIB BERI KOMPENSASI RAKYAT (PELANGGAN) & EVALUASI MENTERI ESDM, DIRUT PLN & JAJARANNYA

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:59

Komitmen Sejahterakan Petani: Kementan Beri Benih, Pupuk, hingga Insentif Penanaman kelapa di Pandeglang

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:05

Klarifikasi Keluarga: Tuduhan Kalapas Labuhan Ruku dan Ka KPLP minta uang kepada almarhum Fanny Ismail Peranginangin tidak benar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:10

Tuntutan dan Dakwaan Dinilai Tak Terbukti, PH Askani dan Rahim Sebut JPU Keliru Terapkan Konstruksi Hukum

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:18

Dakwaan JPU Dinilai Prematur, Empat Terdakwa Kasus Alih Fungsi Lahan PTPN II Minta Dibebaskan

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:02

Bangkitkan Semangat Nasionalisme, Rutan Tarutung Khidmat Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 Tahun 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:56

Tingkatkan Pelayanan dan Deteksi Dini Kesehatan, Lapas Labuhan Ruku Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis WBP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!