Pengabdian Masyarakat Universitas Samudra Dorong Warga Tiga Gampong Kelola Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

MEGAPOLITAN UPDATE

Selasa, 8 Juli 2025 - 10:51

50372 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Upaya membangun desa berdaya berbasis inovasi dan kepedulian lingkungan kembali digagas dari dunia akademik. Universitas Samudra, melalui Program Studi Fisika, melaksanakan sebuah program pengabdian masyarakat yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan pendekatan sosial secara langsung kepada warga. Bertempat di Gampong Penggalangan, Kecamatan Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, kegiatan bertajuk “Transformasi Limbah Organik Batok Kelapa menjadi Sabun Colek Berbasis Arang Aktif” ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juli 2025, dan menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Dipimpin langsung oleh dosen Prodi Fisika, Ibu Rahmawati, M.S., kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta dari tiga gampong yaitu Penggalangan, Palok, dan Agusen. Selama kegiatan berlangsung, warga tidak hanya diajak untuk belajar membuat sabun colek berbahan dasar arang aktif, namun juga diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan limbah rumah tangga yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah, seperti batok kelapa, ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti sabun colek berbasis arang aktif,” ungkap Ibu Rahmawati dengan semangat, saat ditemui di sela kegiatan pelatihan.

Pelatihan ini dirancang tidak sekadar bersifat demonstratif, tetapi juga partisipatif. Peserta diajak memahami bagaimana batok kelapa yang kerap terbuang sia-sia dapat diolah menjadi arang aktif, lalu dikembangkan menjadi bahan utama sabun pembersih yang ramah lingkungan. Arang aktif dikenal memiliki sifat menyerap kotoran dan bau, serta aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan teori seputar karbon aktif dan manfaatnya, lalu dilanjutkan dengan praktik langsung membuat sabun. Dalam prosesnya, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran, hingga pencetakan sabun. Tidak sedikit yang bahkan langsung menyatakan minat untuk mengembangkan produksi sabun secara mandiri.

“Awalnya saya pikir ini hanya kegiatan biasa, tapi setelah melihat hasilnya, saya merasa ingin coba buat sendiri di rumah. Bisa untuk dipakai sendiri atau dijual,” ujar Siti Hawa, salah satu peserta dari Gampong Palok.

Kegiatan ini makin semarak berkat keterlibatan aktif mahasiswa Universitas Samudra yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan tersebut. Mahasiswa turut mendampingi warga dalam setiap proses, dari penyusunan alat, persiapan bahan, hingga pendampingan langsung saat praktik pembuatan sabun.

Pengalaman ini menjadi pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di kampus secara langsung di lapangan. Tak hanya menjadi fasilitator pelatihan, mereka juga ikut membangun hubungan sosial dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta memahami dinamika pembangunan di tingkat gampong.

“Kami senang bisa berkontribusi dan belajar langsung dari masyarakat. Ini pengalaman luar biasa, karena kami tidak hanya belajar teori di kampus, tapi juga bisa melihat langsung dampaknya di masyarakat,” ujar Yogi, mahasiswa peserta KKN.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pemangku kepentingan desa. Para pemimpin gampong turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif edukatif yang dilakukan Universitas Samudra. Mereka menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan pengelolaan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan masyarakat, juga dapat meningkatkan keterampilan yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis,” tutur Yusuf, Pengulu Gampong Penggalangan. Hal senada juga disampaikan Ramadhan dari Gampong Agusen dan perwakilan dari Gampong Palok, yang berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas.

Di akhir kegiatan, peserta membawa pulang sabun hasil racikan mereka sendiri—bukti bahwa mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga hasil nyata dari proses yang mereka jalani. Lebih dari itu, peserta juga membawa pulang semangat baru untuk mengelola potensi lokal, mengubah limbah menjadi berkah, serta membangun ekonomi rumah tangga yang lebih mandiri dan berdaya.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Samudra untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Transformasi batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif bukan hanya tentang menciptakan produk, tetapi juga tentang membangun kesadaran baru akan pentingnya inovasi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Dengan langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata, Universitas Samudra menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa, dari limbah yang dianggap remeh, dan dari kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Perubahan Nama Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Sorotan Publik Belum Padam
Banyak Masalah Berulang, PT Rosin Terkesan Menjalankan Operasi Seolah Kebal Hukum
Pabrik Getah Pinus PT Rosin Internasional Kembali Jadi Sorotan karena Dugaan Pencemaran
Perkara Dipenuhi Kontroversi, Rabusin Minta Pengawasan Kejaksaan Agung terhadap Jaksa Daerah
Kejanggalan Surat Bukti dan Penahanan Rabusin Ariga Lingga Terungkap dalam Sidang Pembuktian
Polres Gayo Lues Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Curas Maut
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Berhasil Tangkap 2 Pengedar Sabu, 1 Kurir dan 4 Lainnya Pengguna, Belasan Paket Diamankan
Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam dari Hari Ini

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:41

Bantuan Rakyat Jadi Bancakan? Dugaan Pungli JADUP Seret Oknum Desa, Warga Siap Tempur di Jalur Hukum

Kamis, 20 November 2025 - 00:17

Aroma Gratifikasi dan Suap Menguat, Mahasiswa Tuntut Kepala Kejari Subulussalam Buka Hasil Pemeriksaan

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 00:36

Surat Terbuka untuk Pemerintah Desa: Ketika Amanah Kepemimpinan Diuji oleh Suara Mabuk dan Ancaman Pisau

Jumat, 17 Oktober 2025 - 22:29

Diteror di Rumah Sendiri, Wartawan Aceh Lapor ke Polisi dan Minta Perlindungan

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:25

Syahbudin Padank: Wartawan yang Diteror dan Terus Berjuang Demi Kebenaran di Aceh!

Minggu, 27 Juli 2025 - 14:12

Mantan Pj Kampong Suka Makmur Ajukan Klarifikasi terhadap Tuduhan yang Dinilainya Fitnah

Rabu, 23 Juli 2025 - 18:45

Pj. Kepala Kampong Subulussalam Kota Didesak Mundur Jika Tak Mampu Benahi Pelayanan

Sabtu, 19 Juli 2025 - 02:08

Oknum Camat Sultan Daulat Tantang Duel Wartawan Saat Dikejar Isu Pungli Dana Desa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!