Polda Riau Tanamkan Nilai Karakter dan Kepedulian Ekologis dalam Kegiatan Green Policing di Sekolah

MEGAPOLITAN UPDATE

Jumat, 18 Juli 2025 - 12:57

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru — Kesadaran menjaga lingkungan hidup tidak bisa hanya ditanamkan melalui wacana atau teori semata. Ia membutuhkan keteladanan, aksi nyata, serta kesinambungan dalam pendidikan karakter, terlebih di kalangan generasi muda. Inilah yang mendasari Polda Riau menggencarkan program Green Policing, sebuah gerakan yang mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam kehidupan pelajar sehari-hari.

Jumat pagi, 18 Juli 2025, semangat itu hadir di SMK Labor Pekanbaru. Suasana halaman sekolah yang rindang seolah menjadi saksi bagaimana nilai-nilai kecintaan terhadap lingkungan ditularkan melalui pendekatan yang menyentuh dan membumi. Sebanyak 255 siswa-siswi SMK Labor mengikuti kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Anom Karibianto, SIK, yang hadir bersama Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Riau, AKBP Bainar, SH, MH, serta personel dari Bidhumas dan Ditbinmas Polda Riau.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan edukasi lingkungan dalam bentuk ceramah atau pengarahan, tetapi juga menyuguhkan aksi nyata berupa penanaman pohon di lingkungan sekolah. Para siswa yang terlibat tidak sekadar menjadi peserta pasif, tetapi diajak berperan aktif, menyentuh tanah, menggenggam bibit, dan menanam harapan.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMK Labor Pekanbaru, Drs. Hendripides, M.Si, menekankan pentingnya membentuk karakter siswa melalui pendekatan yang menyatu dengan alam. Ia menyampaikan filosofi yang ia terapkan di sekolah: satu daun adalah satu nyawa. Menurutnya, memetik, merusak, atau membunuh satu daun sama halnya dengan menghilangkan satu kehidupan. Oleh karena itu, seluruh lingkungan sekolah diarahkan menjadi ruang belajar terbuka yang mengajarkan siswa menghargai setiap elemen alam.

“Di sekolah kami, anak-anak dilarang memetik bunga, mematahkan ranting, atau merusak tanaman. Semua itu adalah bagian dari pembelajaran adab. Kami ingin siswa belajar menghargai kehidupan, mulai dari hal terkecil di sekitarnya,” ujar Hendripides dengan penuh keyakinan.

Pandangan serupa disampaikan Kombes Pol Anom Karibianto, yang menilai bahwa pelajaran mengenai adab terhadap lingkungan adalah fondasi penting dalam membentuk generasi berkarakter. Ia menggarisbawahi bahwa sebelum anak-anak belajar ilmu, mereka harus lebih dahulu belajar adab. Dan salah satu adab yang tak kalah penting adalah menghargai pohon, daun, dan udara yang setiap hari mereka hirup.

“Oksigen yang kita hirup itu gratis, tapi begitu kita masuk rumah sakit, oksigen menjadi barang berharga yang harus dibeli. Maka, mari kita jaga pohon-pohon ini, karena mereka adalah sumber oksigen alami kita. Kalau kita tidak rawat, maka kita kehilangan sesuatu yang sangat berharga,” tutur Kombes Anom dalam pesannya yang menyentuh.

Ia menambahkan bahwa Green Policing bukanlah program simbolis atau kegiatan sesaat, melainkan bentuk komitmen jangka panjang Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan mencetak generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Menurutnya, anak-anak yang hari ini menanam pohon bukan sekadar menaruh bibit di tanah, tetapi menanam kesadaran yang kelak akan tumbuh menjadi perilaku.

Dalam kesempatan yang sama, Kombes Anom juga menyampaikan inisiatif menarik yang menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan aktif siswa. Bagi siswa SMK Labor yang berhasil menanam 10 pohon dan mempublikasikan kegiatannya di media sosial dengan menandai akun resmi Kapolda Riau dan Humas Polda Riau, akan diberikan apresiasi berupa SIM gratis. Tentunya, pemberian tersebut tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan di lingkungan sekolah berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga melibatkan diri secara langsung, mulai dari menggali tanah, menanam, hingga menyiram bibit pohon. Kegiatan ini menjadi momentum berharga yang memadukan aspek edukatif, emosional, dan sosial secara bersamaan.

Para guru yang turut hadir dalam kegiatan itu juga menyatakan apresiasinya terhadap langkah Polda Riau. Mereka menilai bahwa pendekatan yang dilakukan sangat tepat sasaran karena menyentuh aspek pembelajaran praktis yang sering kali luput dalam pembelajaran di dalam kelas. Dengan melibatkan siswa secara aktif dan emosional, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan akan lebih mudah meresap dan bertahan dalam jangka panjang.

Green Policing sendiri telah dirancang sebagai program berkelanjutan. Polda Riau berencana menggulirkan kegiatan serupa ke sekolah-sekolah lain di berbagai kabupaten dan kota. Harapannya, gerakan ini akan memicu terbentuknya budaya peduli lingkungan yang kuat di kalangan pelajar sejak dini. Dengan begitu, kesadaran ekologis tidak hanya menjadi milik segelintir orang, tetapi menjadi bagian dari identitas generasi muda Indonesia.

Di tengah tantangan perubahan iklim, kerusakan hutan, dan polusi yang kian nyata, langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon dan menjaga lingkungan sekolah menjadi titik awal dari gerakan besar. Dan hari itu, di SMK Labor Pekanbaru, ribuan langkah kecil telah dimulai. Langkah yang membawa harapan, bahwa masa depan bumi masih bisa diselamatkan—dimulai dari satu pohon, satu daun, dan satu nyawa. (ROS)

Berita Terkait

AKBP Dermawan: Polisi Harus Hadir Sebagai Pelindung dan Penolong Nyata
Kapolda Riau: Pemenuhan Gizi Harus Dimulai dari Tata Kelola Produksi yang Baik
Ketua Umum AMI Lantik Formatur DPW Sumbar, Prioritaskan Profesionalisme Pers
Kepala Dinas Pendidikan Riau: Berikan yang Terbaik untuk Pendidikan Provinsi Riau Saat Kunjungan SMAN 9 Pekanbaru
Panglima Besar Pagar Negeri Bumi Riau Dukung Tindakan Tegas Polda Riau Tangkap Oknum LSM Pemeras
SWI Guncang Suara: Negara Tak Boleh Kalah oleh Premanisme di Kuansing
DPRD Riau Kritik Fasilitas Darurat, Minta Pemerintah Tambah Dukungan untuk SMA 1 Tebing Tinggi
Truk Tangki Seruduk Mobil Sampai Bayi Terlempar, Polisi Diduga Fasilitasi Surat Damai dari Orang Tak Berkepentingan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:21

Ponpes Tajul Alawiyyin bersama Polri, Menjaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:47

Jauhi Pelajar Dari Perilaku Negatif, BERSATU Gelar Even Olah Raga

Selasa, 9 Desember 2025 - 16:41

Aktivis Mahasiswa Pakuan Bogor Mengutuk Keras Tindakan Provokasi dan Anarkis Kelompok Penyusup Ditengah Aksi Massa

Kamis, 20 November 2025 - 15:36

Serikat Mahasiswa Tangsel, Soroti Kemunduran Reformasi dalam Diskusi Supremasi Sipil

Selasa, 7 Oktober 2025 - 22:15

Aktivis Nasional Apresiasi atas Prestasi Gemilang Pemkot Tangsel: 4 Penghargaan Sekaligus

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:05

Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:04

Guru Besar FHUI Serukan Reformasi Menyeluruh Demi Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan

Selasa, 26 Agustus 2025 - 09:04

Dugaan Malapraktik RSUD Cabangbungin Jadi Alarm Buramnya Mutu Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!